Pages

Tampilkan postingan dengan label Pergaulan Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pergaulan Remaja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Agustus 2012

Perkembangan masa remaja

Fase remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat penting. Harold Alberty (1957) mengemukakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanak sampai dengan awal masa dewasa. Conger berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa yang amat kritis yang mungkin dapat erupakan the best of time and the worst of time.
Kita menemukan berbagai tafsiran dari para ahli tentang masa remaja :
* Freud menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa mencari hidup seksual yang mempunyai bentuk yang definitif.Charlotte Buhler menafsirkan masa remaja sebagai masa kebutuhan isi-mengisi.Spranger memberikan tafsiran masa remaja sebagai masa pertumbuhan dengan perubahan struktur kejiwaan yang fundamental.
* Hofmann menafsirkan masa remaja sebagai suatu masa pembentukan sikap-sikap terhadap segala sesuatu yang dialami individu.
* G. Stanley Hall menafsirkan masa remaja sebagai masa storm and drang (badai dan topan).
Para ahli umumnya sepakat bahwa rentangan masa remaja berlangsung dari usia 11-13 tahun sampai dengan 18-20 th (Abin Syamsuddin, 2003). Pada rentangan periode ini terdapat beberapa indikator perbedaan yang signifikan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Oleh karena itu, para ahli mengklasikasikan masa remaja ini ke dalam dua bagian yaitu: (1) remaja awal (11-13 th s.d. 14-15 th); dan (2) remaja akhir (14-16 th s.d.18-20 th).
Masa remaja ditandai dengan adanya berbagai perubahan, baik secara fisik maupun psikis, yang mungkin saja dapat menimbulkan problema tertentu bagi si remaja. pabila tidak disertai dengan upaya pemahaman diri dan pengarahan diri secara tepat, bahkan dapat menjurus pada berbagai tindakan kenakalan remaja dan kriminal. Problema yang mungkin timbul pada masa remaja diantaranya :
Problema berkaitan dengan perkembangan fisik dan motorik.
Pada masa remaja ditandai dengan adanya pertumbuhan fisik yang cepat. Keadaan fisik pada masa remaja dipandang sebagai suatu hal yang penting, namun ketika keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya (ketidaksesuaian antara body image dengan self picture) dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang percaya diri. Begitu juga, perkembangan fisik yang tidak proporsional. Kematangan organ reproduksi pada masa remaja membutuhkan upaya pemuasan dan jika tidak terbimbing oleh norma-norma dapat menjurus pada penyimpangan perilaku seksual.
Problema berkaitan dengan perkembangan kognitif dan bahasa.
Pada masa remaja awal ditandai dengan perkembangan kemampuan intelektual yang pesat. Namun ketika, si remaja tidak mendapatkan kesempatan pengembangan kemampuan intelektual, terutama melalui pendidikan di sekolah, maka boleh jadi potensi intelektualnya tidak akan berkembang optimal. Begitu juga masa remaja, terutama remaja awal merupakan masa terbaik untuk mengenal dan mendalami bahasa asing. Namun dikarenakan keterbatasan kesempatan dan sarana dan pra sarana, menyebabkan si remaja kesulitan untuk menguasai bahasa asing. Tidak bisa dipungkiri, dalam era globalisasi sekarang ini, penguasaan bahasa asing merupakan hal yang penting untuk menunjang kesuksesan hidup dan karier seseorang. Namun dengan adanya hambatan dalam pengembangan ketidakmampuan berbahasa asing tentunya akan sedikit-banyak berpengaruh terhadap kesuksesan hidup dan kariernya. Terhambatnya perkembangan kognitif dan bahasa dapat berakibat pula pada aspek emosional, sosial, dan aspek-aspek perilaku dan kepribadian lainnya.
Problema berkaitan dengan perkembangan perilaku sosial, moralitas dan keagamaan.
Masa remaja disebut pula sebagai masa social hunger (kehausan sosial), yang ditandai dengan adanya keinginan untuk bergaul dan diterima di lingkungan kelompok sebayanya (peer group). Penolakan dari peer group dapat menimbulkan frustrasi dan menjadikan dia sebagai isolated dan merasa rendah diri. Namun sebaliknya apabila remaja dapat diterima oleh rekan sebayanya dan bahkan menjadi idola tentunya ia akan merasa bangga dan memiliki kehormatan dalam dirinya. Problema perilaku sosial remaja tidak hanya terjadi dengan kelompok sebayanya, namun juga dapat terjadi dengan orang tua dan dewasa lainnya, termasuk dengan guru di sekolah. Hal ini disebabkan pada masa remaja, khususnya remaja awal akan ditandai adanya keinginan yang ambivalen, di satu sisi adanya keinginan untuk melepaskan ketergantungan dan dapat menentukan pilihannya sendiri, namun di sisi lain dia masih membutuhkan orang tua, terutama secara ekonomis. Sejalan dengan pertumbuhan organ reproduksi, hubungan sosial yang dikembangkan pada masa remaja ditandai pula dengan adanya keinginan untuk menjalin hubungan khusus dengan lain jenis dan jika tidak terbimbing dapat menjurus tindakan penyimpangan perilaku sosial dan perilaku seksual. Pada masa remaja juga ditandai dengan adanya keinginan untuk mencoba-coba dan menguji kemapanan norma yang ada, jika tidak terbimbing, mungkin saja akan berkembang menjadi konflik nilai dalam dirinya maupun dengan lingkungannya.
Problema berkaitan dengan perkembangan kepribadian, dan emosional.
Masa remaja disebut juga masa untuk menemukan identitas diri (self identity). Usaha pencarian identitas pun, banyak dilakukan dengan menunjukkan perilaku coba-coba, perilaku imitasi atau identifikasi. Ketika remaja gagal menemukan identitas dirinya, dia akan mengalami krisis identitas atau identity confusion, sehingga mungkin saja akan terbentuk sistem kepribadian yang bukan menggambarkan keadaan diri yang sebenarnya. Reaksi-reaksi dan ekspresi emosional yang masih labil dan belum terkendali pada masa remaja dapat berdampak pada kehidupan pribadi maupun sosialnya. Dia menjadi sering merasa tertekan dan bermuram durja atau justru dia menjadi orang yang berperilaku agresif. Pertengkaran dan perkelahian seringkali terjadi akibat dari ketidakstabilan emosinya.
Selain yang telah dipaparkan di atas, tentunya masih banyak problema keremajaan lainnya. Timbulnya problema remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Agar remaja dapat terhindar dari berbagai kesulitan dan problema kiranya diperlukan kearifan dari semua pihak. Upaya untuk memfasilitasi perkembangan remaja menjadi amat penting. Dalam hal ini, peranan orang tua, sekolah,

Rabu, 30 Mei 2012

Perkembangan Remaja

Remaja punya banyak cara untuk mencari perhatian. Beberapa di antaranya adalah tampil dengan nyeleneh, tampil beda dari yang lain. Mulailah mereka terlihat aneh dengan penampilan yang kadang mengundang kontroversi. Orangtua dan gurupun jadi cemas karena apa yang ditampilkan itu dinilai melenceng dari adat ketimuran. Busana serba minim bagi remaja wanita sangat disukai. Sedangkan yang pria tampil lebih percaya diri dengan acesories di tubuhnya.
Remaja memang suka tampil aneh-aneh, hal ini sering dilontarkan ketika mengamati penampilan mereka di beberapa tempat umum. yang tak lazim dapat dicermati dari cara busana dan performance fisik mereka. yang berkomentar ini adalah cara remaja mencari perhatian untuk menunjukkan siapa dirinya. Namun tak jarang juga yang cukup maklum dengan keadaan ini.
Tampilan busana remaja sangat bergantung dari mode yang sedang trend. Trend ini tentu saja dibawa oleh para idola remaja yang bisa saja memberi inspirasi mereka dari segi penampilan. Misalnya sekarang lagi trend baju korea. Termasuk ketika beberapa dari remaja tampil dengan busana yang minim, tatto permanen di tubuhnya atau tindik yang tak hanya ada di telinga sebagaimana wajarnya. Berpakaian modis boleh-boleh saja. Apalagi buat mahluk berseragam biru putih yang masih remaja. Bagaimana sebaiknya menyikapi hal ini? Membiarkan saja sebagai bagian dari rasa maklum karena mereka sedang mencari identitas diri? Bila remaja diberi suatu pengertian, bagaimana cara bijaksana menyampaikannya?
Mode busana memang terus berganti dari waktu ke waktu. Misalnya dulu model gombrong, sekarang seperti baju korea, dan lainnya. Dan rasanya, banyak remaja yang merasa kurang gaul kalau tidak mengikuti tren busana itu. Sesungguhnya boleh-boleh saja berbusana modis mengikuti tren mutakhir. Tapi, remaja harus mempertimbangkan juga norma-norma yang berlaku di sekitarnya.
Selain cara mengenakan kerudung, ada hal-hal lain yang membuat remaja berkerudung tetap tampil modis. Warna misalnya, kalau kita bisa memilih warna yang serasi, maka dapat dipastikan akan terlihat menarik. Begitu pula model, motif, dan bahan kain bisa membuat pemakainya terlihat modis. Bagaimana dengan remaja yang tak berkerudung? Nilai-nilai kesopanan juga mesti tetap dipegang teguh. Dengan kata lain, apa yang dipromosikan oleh `pembungkus’? Ke manakah aku berusaha menarik perhatian orang? Jika tujuannya adalah untuk mempertontonkan tubuh dan membangkitkan hasrat seksual orang lain, untuk menjadikan diri pusat perhatian dan mengundang rasa ingin tahu orang, maka ia telah melanggar kesopanan, sekaligus keutamaan-keutamaan kerendahan hati, pengenalan dan kesopanan dalam berbusana dan bertingkah laku.
Tapi, supaya cara berpakaian remaja tidak ‘kebablasan’ beberapa hal dibawah ini menjadi acuan dalam berbusana yaitu. Pilihlah busana yang sopan, serta sesuai dengan adat dan agama karena masih banyak busana yang modis dan ngetrend tapi sekaligus pula sopan.
Remaja kususnya anak-anak SMP tidak perlu takut, busana muslim akan membuat kalian terlihat kuno. Untuk perlu diketahui, busana muslim memiliki tiga model dasar yaitu gamis, abaya, dan tunik. Gamis adalah baju muslim panjang (long dress) yang bisa dipadukan dengan celana. Selain untuk perempuan, dapat pula dipakai oleh kaum pria. Sedang abaya adalah model baju Arab (Timur Tengah) yang bentuknya terusan, blong sampai ke kaki. Busana ini bisa dimodifikasi dan hanya dipakai oleh perempuan. Terakhir adalah tunik yaitu blus panjang, tidak ketat, dan berlengan panjang. Panjang tunik harus menutupi pantat. Dalam pemakaiannya, tunik bisa dipadukan dengan celana atau rok panjang. Nah, tiga model dasar ini, bisa dimodifikasi sedemikian rupa sehingga cocok digunakan dalam berbagai kesempatan.

Jumat, 13 April 2012

Orangtua Waspada Pergaulan Remaja

JAYAPURA– Norma-norma sosial dan agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia telah bergeser sehingga peran orangtua semakin diperlukan dalam memperhatikan pergaulan putra-putrinya guna mencegah akibat negatif yang berpotensi merusak masa depannya.
Hal tersebut disampaikan Pemerhati Masalah Perempuan dan Keluarga Juliana Langowuyo di Jayapura, Senin (17/8), menanggapi perkembangan gaya hidup anak muda sekarang ini yang banyak dipengaruhi budaya barat yang tidak mendidik.
Ia menjelaskan, pada usia anak dan remaja, mudah sekali dipengaruhi lingkungan sekitar. Pengaruh itu bisa berasal dari anggota keluarga selain orangtua, teman-teman sekolah, teman bermain maupun masyarakat sekitar melaui berbagai media baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Anak-anak, termasuk yang sudah memasuki usia remaja merupakan fase pertumbuhan yang cukup kompleks karena pada saat tersebut aspek biologis, psikologis maupun emosional mereka sedang berada dalam puncak perkembangan,” kata Juliana.
Para orang tua dalam menyikapi pergaulan anak ini, tambah Juliana, harus bisa memberikan pemahaman yang positif dari setiap kegiatan anak dengan secara kesinambungan berkomunikasi dan menunjukan kasih sayangnya serta pendidikan moral secara optimal. “Sehingga jadi penting bagi orangtua untuk mengetahui dengan siapa saja anak-anak mereka bergaul, di mana tempat bermain dan mengikuti dengan cermat perkembangan emosional, dengan tetap memberi nasihat agar tetap berada dalam jalur yang benar,” terangnya.
Ia mengakui, gaya pergaulan anak muda saat ini yang semakin jauh dari tuntunan agama, bahkan cenderung mengikuti gaya hidup bebas nilai yang bersifat hedonistik atau senang berhura-hura. Bahkan, tampaknya masyarakat sendiri telah bergeser menjadi semakin individualistik sehingga tidak ada lagi kepedulian terhadap satu sama lain untuk saling menjaga serta melindungi diri dan kehormatan.
Dengan demikian keluarga merupakan tempat awal pembentukan mental dan perilaku anak, dari perilaku buruk dan menyimpang yang pada dewasa ini semakin dipertontonkan secara vulgar.”Perhatian terhadap pergaulan anak ini dilakukan agar mereka tidak terjerumus pada hal-hal yang buruk, seperti seks bebas, konsumsi narkoba, tawuran serta tindakan-tindakan lainnya yang tidak dibenarkan dalam ajaran agama dan norma masyarakat pada umumnya,” tutur Juliana. (Republika online, 17/8/2009)

Rabu, 28 Maret 2012


SMS Berdampak Besar pada Kesehatan Remaja

kesehatan,remaja,smsTriyono Wahyu/Fotokita.net
Short Message Service (SMS) atau yang dikenal di Indonesia dengan pesan singkat ternyata menimbulkan masalah kesehatan lebih besar pada kaum remaja. Menurut harian Amerika Serikat, New York Times, semua aksi jempol dan gerakan pengulangan dalam kegiatan SMS bisa menyebabkan masalah otot.

Selain itu, remaja yang kerap tidur di dekat telepon genggamnya, juga akan mengalami masalah tidur. Ini karena mengirim dan menerima SMS membuat seseorang sulit tidur lelap. Dan karena kaum remaja ber-SMS di mana pun dan kapan pun, aktivitas ini menurunkan kadar perhatian mereka.

Menurut penelitian, remaja di AS menerima dan mengirim sebanyak 2.899 SMS per-bulan. Sebagian besar dari mereka bahkan ber-SMS saat berkendara. Dilansir dari
TextingAccident.com, berkendara sambil menggunakan telepon genggam ternyata bisa mengurangi aktivitas otak hingga 37 persen.

Selain masalah kesehatan pribadi, berkendara sambil menggunakan telepon genggam juga mengancam keselamatan pengendara lain. Sebuah studi membeberkan jika kegiatan ini meningkatkan resiko kecelakaan hingga 400 persen. Telepon genggam juga kerap diasosiasikan sebagai pengalih perhatian terbesar dalam kejadian tabrakkan.

Bukan cuma itu, menurut Medical News Today, mereka yang hyper-SMS ternyata cenderung tergoda untuk mengonsumsi alkohol, menggunakan obat-obatan terlarang, berkelahi secara fisik, bahkan melakukan hubungan seks di luar nikah. (Sumber: International Bussines Time)

Pergaulan Remaja yang Islami


http://grosirherbal.files.wordpress.com/2008/12/basmalah.png?w=308&h=96

Betapa indahnya remaja-remaja muslim dan muslimah yang bergaul dalam batasan-batasan hukum Allah S.W.T. remaja yang hanya tujuan hidupnya hanya beribadah kepada Allah dengan mengikuti Rasulullah S.A.W.Remaja muslim dan muslimah ialah yang selalu menjauhkan dirinya dari apa-apa yang Allah dan Rasulnya larang, dan melaksanakan apa-apa yang Allah dan Rasulnya perintahkan, seperti:


1).Menundukan Pandangan

Menundukan pandangan disini memiliki dua arti, yang pertama pandangan lahir, yaitu melihat dan menikmati bagian-bagian tubuh yang menarik dan menggairahkan nafsu birahi, kedua pandangan bathin yaitu, syahwat yang timbul dalam hati untuk mengadakan hubungan seksual atau perbuatan lain yang melanggar kesusilaan setelah melihat bentuk lahir dari lawan jenis yang berlawanan.

Firman Allah S.W.T :“ Katakanlah kepada orang-orang yang beriman laki-laki agar mereka menundukan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah sangat mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman hendaklah mereka menundukan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya” (An-Nuur : 30-31)

Diantara manfa’at menjaga pandangan mata adalah:
- Akan merasakan manisnya iman
- Dapat jaminan dari Allah bahwa ia tidak akan melihat api neraka.

Bersentuhan Kulit 

Islam tidak membolehkan laki-laki bersentuhan kulit kecuali dengan muhrimnya.
Rasul bersabda :“Tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan perempuan di dalam bai’at Rasulullah dengan mereka adalah berupa ucapan “(H.R. Bukhari)

“Sesungguhnya salah seorang diantara kamu di tikam dari kepalanya dengan jarum dari besi adalah lebih baik dari pada menyentuh wanita yang bukan muhrimnya”.(H.R. Thabrani)

2).Berduaan dengan yang bukan muhrim

Sabda Rasulullah :“Janganlah seorang laki-laki dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya kecuali mahromnya, karena yang ketiganya adalah setan”(H.R. Ahmad)

Islam sungguh arif dalam mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan janganlah berzina mendekatinya pun divonis haram, hal itu untuk menjaga kemuliannya.

Firman Allah S.W.T:“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk” (Al-Isra’: 32)

3).Larangan Ikhtilat

Ikhtilat yaitu campur baurnya antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya baik dalam pertemuan resmi atau sekedar ngobrol bareng. Islam menghendaki agar pergaulan antar lawan jenis tidak berbaur. Kalaupun terjadi dalam kondisi yang sangat terpaksa hendaknya ada hijab (penghalang) sebagai pelindung wanita dari pandangan laki-laki.

Firman Allah S.W.T:“Apabila kamu meminta sesuatu keperluan kepada mereka (istri-istri Nabi) maka mintalah dari belakang tabir”(Al-Ahzab:53)

Islam mengajarkan kepada kita bahwa hidup dan bergaul di tengah masyarakat itu bernilai ibadah. Oleh sebab itu yang dimaksud dengan pergaulan remaja yang islami itu ialah yang di dalam bergaulnya itu melahirkan keimanan dan amal sholeh dan menggunakan etika-etika bergaul yang islami.
http://ikkyu08.files.wordpress.com/2009/02/sinetron2.jpg